Badan Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan, ancaman Zika dan kaitannya dengan kelainan pada bayi yang baru lahir, belum hilang, tetapi virus itu tidak lagi merupakan darurat global dan dapat ditangani seperti banyak penyakit jangka panjang lainnya.
Jenewa, SI - Satu tahun yang lalu, WHO menyatakan wabah Zika yang menyebar di
Amerika Latin merupakan keadaan darurat kesehatan masyarakat yang
menjadi perhatian internasional. Sembilan bulan kemudian, WHO mencabut
pernyataan itu dan mengatakan, tidak cocok lagi untuk menangani Zika
melalui upaya tanggap darurat, karena banyak pertanyaan seputar penyakit
itu telah menjawab.
Manajer insiden WHO untuk Zika, Ian Clarke mengatakan, Zika sekarang
sedang ditangani seperti penyakit jangka panjang lainnya, seperti
malaria dan demam berdarah.
"Tapi, tentu saja, kita akan melihat terjadinya perebakan di negara
atau kawasan tertentu. Tapi, kita tidak bisa menanggapinya sebagai
keadaan darurat setiap kali hal itu terjadi. ini membutuhkan penanganan
penularan jangka panjang, dan berkoordinasi bersama, dengan memberi
perawatan dan dukungan kepada keluarga, dan juga penelitian dan
pengembangan vaksin dan diagnostik,” papar Clarke.
Clarke mengatakan, banyak pertanyaan seputar Zika tetap belum
terjawab. Tetapi, sejak keadaan darurat dinyatakan satu tahun yang lalu,
ia mengatakan komunitas ilmiah telah menemukan hubungan antara Zika dan
mikrosefali, gangguan otak pada bayi yang baru lahir, serta dengan
sindrom Guillain-Barre, gangguan neurologis yang parah.
Dia mengatakan, ada 40 kandidat vaksin, lima di antaranya akan
memasuki tahap satu uji coba klinis guna menguji keamanan dan
kemampuannya untuk meningkatkan respon kekebalan. Hasilnya baru akan
diketahui beberapa tahun lagi.
Clarke mengatakan, ada sedikit kemajuan dalam mengembangkan tes
diagnostik baru, tapi belum ada pengobatan untuk virus Zika itu sendiri.
Clarke juga mencatat kemajuan yang dibuat dalam bidang pencegahan.
Dia mengatakan, lebih dari 76 negara sekarang memiliki sistem pengawasan
yang kuat dan lebih mampu mendeteksi virus Zika.
WHO mengatakan, Zika terus menyebar, 76 negara melaporkan penularan
virus, 29 negara melaporkan kasus mikrosefalus dan 21 negara lainnya
terkena sindrom Guillain-Barre.
Clarke menambahkan, prevalensi Zika menurun di benua Amerika, di mana
wabah terjadi tahun lalu. Namun, ia mengatakan tidak tahu pasti
alasannya. [ps/ii]
Source : Voaindonesia.com
