Aceh, SI - Dua warga Gampong Peunaron Baru,
Kecamatan Peunarom, Kabupaten Aceh Timur ditembak orang yang belum
diketahui indentitasnya. Akibatnya kedua korban harus mendapatkan
perawatan intensif di rumah sakit.
Korban penembakan itu adalah Misno bin Imankarta (41) dan Junan (42). Keduanya ditembak hari Minggu (5/3) sekira pukul 02.30 WIB. Misno mengalami luka tembak di perut dan Junan luka tembak di leher.
Sebelum penembakan, ada empat orang yang diduga pelaku hendak membakar rumah korban milik Junan. Lalu istri korban, Yatinem (45) menaruh curiga ada benda yang terbakar di teras rumah, lalu memberitahukan kepada suami.
Lalu Junan pun langsung memeriksa teras depan yang dilaporkan ada kebakaran. Saat itulah, pelaku yang diduga empat orang memberondong korban menggunakan senjata laras panjang.
Korban pun terkulai lemas setelah darah segar keluar dari leher. Ada 11 kali tembakan diberondong pelaku, 1 butir tembus leher korban, 4 butir tembus pintu depan, 4 butir peluru mengenai jendela kaca dan 2 butir mengenai tembok rumah depan korban.
Setelah puas memberondong rumah korban Junan, pelaku melarikan diri ke a rah Timur yaitu ke perkebunan sawit PT Mapoli. Sambil melarikan diri, ketiga pelaku yang menggunakan 3 sepeda motor juga menembak ke arah rumah Misno, sehingga peluru menembus satu butir ke perutnya.
"Misno saat itu sedang mengintip kejadian itu," kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Goenawan.
Setelah kejadian, kedua korban yang tinggal berdekatan sudah bersimbah darah kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Umum (RSU) Zubir di Idi, Kabupaten Aceh Timur untuk mendapatkan perawatan medis.
Di lokasi kejadian, polisi menemukan selongsong peluru sebanyak 10 butir. Selain itu juga ditemukan 2 butir peluru utuh diduga dari senjata api M16. [cob]
Korban penembakan itu adalah Misno bin Imankarta (41) dan Junan (42). Keduanya ditembak hari Minggu (5/3) sekira pukul 02.30 WIB. Misno mengalami luka tembak di perut dan Junan luka tembak di leher.
Sebelum penembakan, ada empat orang yang diduga pelaku hendak membakar rumah korban milik Junan. Lalu istri korban, Yatinem (45) menaruh curiga ada benda yang terbakar di teras rumah, lalu memberitahukan kepada suami.
Lalu Junan pun langsung memeriksa teras depan yang dilaporkan ada kebakaran. Saat itulah, pelaku yang diduga empat orang memberondong korban menggunakan senjata laras panjang.
Korban pun terkulai lemas setelah darah segar keluar dari leher. Ada 11 kali tembakan diberondong pelaku, 1 butir tembus leher korban, 4 butir tembus pintu depan, 4 butir peluru mengenai jendela kaca dan 2 butir mengenai tembok rumah depan korban.
Setelah puas memberondong rumah korban Junan, pelaku melarikan diri ke a rah Timur yaitu ke perkebunan sawit PT Mapoli. Sambil melarikan diri, ketiga pelaku yang menggunakan 3 sepeda motor juga menembak ke arah rumah Misno, sehingga peluru menembus satu butir ke perutnya.
"Misno saat itu sedang mengintip kejadian itu," kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Goenawan.
Setelah kejadian, kedua korban yang tinggal berdekatan sudah bersimbah darah kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Umum (RSU) Zubir di Idi, Kabupaten Aceh Timur untuk mendapatkan perawatan medis.
Di lokasi kejadian, polisi menemukan selongsong peluru sebanyak 10 butir. Selain itu juga ditemukan 2 butir peluru utuh diduga dari senjata api M16. [cob]
Source : Merdeka.com
