![]() |
| Ilustrasi |
PORT LOUIS, SI - Sekelompok ilmuwan mengklaim telah menemukan satu benua yang
hilang. Mereka menemukan benua tersebut tersembunyi di bawah negara kepulauan
Mauritius, Afrika Timur.
Ini mungkin terdengar tidak masuk akal, namun jauh di bawah
Samudera Hindia, sebuah tim peneliti, yang dipimpin oleh Universitas
Witwatersrand Afrika Selatan, telah menemukan potongan-potongan dari benua
kuno. Potongan lava tertutup benua, dijuluki Mauritia, ditemukan di bawah pulau
populer Mauritius.
Menurut laporan yang diterbitkan pekan ini dalam jurnal Nature
Communications, potongan kerak yang tersisa dari pecahnya
Gondwanaland, super-benua yang ada lebih dari 200 juta tahun yang lalu. Gondwanaland
mengandung batu hingga berusia 3,6 miliar tahun. Gondawanaland kemudian terbagi
menjadi beberapa benua yang sekarang ada yaitu Afrika, Amerika Selatan,
Antartika, India dan Australia.
Profesor Lewis Ashwal, penulis utama jurnal tersebut, mengatakan
ada sejumlah potongan benua yang belum ditemukan. Dari berbagai ukuran tersebar
di Samudera Hindia, yang tersisa dengan perpisahan itu. "Perpisahan ini
tidak melibatkan pembelahan sederhana dari super-benua kuno Gondwana. Tetapi
pecah secara kompleks dengan fragmen kerak benua yang ukuran variabelnya
terpaut dalam berkembangnya cekungan Samudera Hindia," katanya, dikutip
dari CNN News, Jumat (3/2).
Tim membuat penemuan dengan menganalisis mineral zirkon yang
ditemukan di bebatuan yang dimuntahkan oleh lava selama letusan gunung berapi.
Mereka menyebutkan sisa-sisa mineral itu terlalu tua untuk diklaim sebagai
milik Mauritius. "Mauritius adalah sebuah pulau, dan tidak ada batu
berusia lebih tua dari 9 juta tahun di pulau itu," kata Ashwal.
Tapi dengan mempelajari batuan di pulau itu, mereka menemukan
zirkon yang berusia 3 miliar tahun. Para peneliti mengatakan temuan ini
menguatkan studi yang dilakukan pada tahun 2013 yang menemukan jejak zirkon
kuno di pasir pantai. Tapi kritikus mengatakan mineral bisa saja ditiup oleh
angin, atau dibawa oleh para ilmuwan. Ashwal mengatakan fakta tim menemukan
zirkon kuno di batu membantah anggapan bahwa mineral itu terbawa karena tertiup
angin, terangkut gelombang atau zirkon yang terakit dari batu apung.
Para peneliti itu mengatakan hasil mereka menunjukkan dengan
tegas mengenai keberadaan kerak benua kuno di bawah Mauritius. Benua yang
mungkin hilang selamanya, tapi masih meninggalkan jejak untuk mengingatkan kita
tentang keberadaannya. "Fakta bahwa kami telah menemukan zirkon dari usia
ini membuktikan bahwa ada bahan kerak jauh lebih tua di bawah Mauritius yang
hanya bisa berasal dari benua," ujar Ashwal.
Source : Republika Online
